YKS dan Permasalahannya

Munculnya YKS – Yuk Keep Smile – sebagai salah satu hiburan yang tengah digandrungi banyak orang ternyata, disatu sisi acara tersebut, banyak menimbulkan beberapa permasalahan. Adapun permasalahan utama dan kemudian menjadi bola salju yang banyak disorot dari acara ini adalah etika penyiaran sebuah tayangan televisi.

Kritikan dan teguran tentu datang dari KPI sebagai sebuah lembaga kenegaraan yang mengelola dan mengamati hal ihwal penyiaran televisi di Indonesia. KPI dalam salah satu edaran artikel yang berjudul “Teguran Untuk YKS Trans TV” menjelaskan bagaimana letak kesalahan YKS dan permasalahannya sehingga membuat KPI pantas untuk menegur acara tersebut. 1

Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai isi teguran KPI silahkan kunjungi website KPI sendiri atau klik link url judul tersebut disini untuk lebih cepat:

Pada kesempatan ini saya hanya ingin menuliskan beberapa poin yang bisa disimpulkan dari tegurang tersebut. Adapun poin utama yang ada pada isi teguran KPI terhadap YKS adalah:

  1. Acara YKS yang benih kemunculannya ditandai dengan tarian/goyangan populer ala caesar, pada saat ini tarian/goyangan tersebut, khususnya goyang oplosan, dinilai keliru atau tarian tersebut dikategorikan sebagai goyangan yang erotis.
  2. YKS yang penayangannya tepat pada jam-jam ideal ternyata banyak dipertanyakan. Melihat pada poin pertama bahwa terdapat hal erotis yang dijumpai dalam YKS, maka banyak masyarakat mengeluhkan hal tersebut bisa memepengaruhi anak-anak.

Seperti yang telah ditulis diatas, bahwasanya permasalahan ini tiada lain seperti sebuah bola salju yang menggelinding. Maka teguran akibat dari adanya YKS bukan hanya dilayangkan oleh KPI sahaja, melainkan ada juga dari beberapa elemen masyarakat seperti KPAI, FPI, dan elemen masyarakt lainnya. 2

Sedikit Tentang Yuk-Keep-Smile

YKS (Yuk Keep Smile) yang kita tonton sekarang jelas berbeda dengan YKS (Yuk Kita Sahur) yang pernah tayang tepat ketika umat muslim menjalankan ibadah puasa dibulan ramadhan. Perbedaan itu bisa kita lihat pada bagaimana aktifitas-aktifitas para pemeran yang ada didalam acara tersebut.

Kata kunci dari perbedaan kedua YKS diatas terletak pada kata penyesuaian. Penyesuaian barangkali lebih dekat pada bagaimana tingkah laku media populer dalam menanggapi perputaran waktu untuk kepentingan tertentu. Seolah mereka mengetahui bahwa waktu sekarang bukanlah waktu suci maka tiada lagi yang harus dibatasi seperti pada waktu-waktu tertentu.

Disini kita tentu bertemu dengan tabiat asli media. Dimana pada waktu-waktu tertentu media bisa membuat seseorang terkenal sekaligus  membuat orang tersebut jatuh. Media juga, pada waktu tertentu, bisa terkesan lunak dan lebih religius oleh karena acara-acara keagamaan yang menggugah hati sang pemandang, akan tetapi media juga tak segan membuatmu kebingungan dengan acara-acara hiburan tengah malam yang banyak menampilkan satu hal berlawanan dari harapan pertama. Itulah kunci dari kata penyesuaian.

Apabila yang lantas didapat dari para penonton adalah sebuah dilema maka ada saatnya bagi kita untuk mengatakan bahwa media tidak benar-benar ingin mencerahkan masayarakat. Ia malah terlihat seperti sebuah mesin besar, dibawah kendali kapitalisme, yang hanya ingin meraup keuntungan semata.

YKS Sahur  & Pascasahur

Singkatnya perbedaan yang ada pada kedua YKS tersebut sangat elok bila kita letakan pada sisi pandang kedua term diatas. YKS versi pertama, meski berbeda dengan yang kedua, tentu tidak luput dari beberapa permasalahan.

Sebut saja permasalahan lawak instan yang dilakukan pemeran yang ada dalam YKS. Celetusan-celetusan YKS versi pertama dinilai merendahkan harta martabat manusia. Meski pada situasi tertentu ada orang yang menolak bahwa hal tersebut dikatakan sebagai penghinaan. 3

Disatu sisi memang sebuah teguran pantas dilayangkan kepada YKS karena hal tersebut merendahkan atau melecehkan seseorang namun perlu diingat juga bahwa disisi lain waktu dan celotehannya itu tidaklah tepat apabila dilakukan pada waktu sahur.

Bahkan bila kita melihat YKS versi pertama dari sisi esensial terpenting sebuah agama maka akan jelas bahwa sahur mereka itu lebih modern/lebih maju dibanding sahur yang dilakukan orang diberbagai tempat. Mungkin mereka menilai apa yang mereka lakukan itu sesuai dengan kapasitas mereka dalam melihat dan melakukan aktifitas keberagamaannya. Dan hal itu ternyata menjadi renungan banyak orang.

Disaat-saat orang-orang berbondong-bondong melakukan ibadah/baca quran dimesjid dan berdoa mengharap ridho Allah sambil menunggu waktu sahur maka disisi lain terdapat sebagian orang yang berbondong-bondong, sambil mengharap ridha Allah, untuk bersiap-siap “menghibur” para penonton dengan acara goyangan dan celotehan sakti ala komedian jenaka. Jelas hal ini berbeda karena perbedaan pandangan keberagamaan seseorang.

Seiring dengan waktu maka peralihanpun bergulir. Banyak yang dilakukan media untuk mempertahankan legitimasinya. Singkatnya untuk mempertahankan rating viewer acara mereka. Pada titik ini maka kita akan menemukan sebuah jawaban bagaimana penyesuaian, yang sudah dijelaskan diatas, menjadi salah satu keharusan bagi media dalam mempertahankan apa yang telah dicapainya.

YKS pasca sahur muncul dengan wajah dan tampilan yang lebih segar. Pada yang baru tersebut berbagai macam yang berkaitan dengan etika keagamaan pun dihilangkan (Dalam artian bukan identitas) karena YKS pascasahur adalah YKS untuk semua kalangan.

Terkait dengan kritik maka tak heran kalau dalam kritik atau teguran, kedua YKS tersebut mempunyai dimensi yang berbeda. Kalau YKS pertama ditegur karena terbatas pada celotehan saja maka YKS pascasahur teguran datang lebih wow karena menyangkut suatu tampilan erotis.

YKS Dalam Pandangan Kajian Budaya

Published by

Muhammad Zaki

Alumnus Sastra Inggris UIN Bandung yang sedang mengejar Master Humaniora di tempat yang sama namun dalam jurusan berbeda yakni Sejarah Islam. Sesekali hiking, berpuisi, meneliti dan jalan-jalan.

11 thoughts on “YKS dan Permasalahannya”

  1. komplit ulasannya..saya juga kemarin ikut menandatangani petisi. Meskipun anak-anak saya nggak nonton YKS tapi mereka tahu goyang cesar dsb ternyata dari teman-temannya, hadeeeh. Jadi, saya merasa harus turut andil (meskipun kecil) mengkritisi acara tv yang buruk.

  2. Wah.. saya kemarin juga sempat posting petisi ttg permintaan orang2 utk menghentikan tayangan YKS… tp belom sempat ikut tanda tangan. Memang acara televisi akhir2 ini doyan sekali sama goyangan… miris memang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *