Tuan-Tuan Iblis Kota

Wahai tuan iblis
Sekali lagi aku ingatkan
Jangan lagi kau bersilat bila engkau berdusta
Cukup sedah dera kami, kami akan bangkit

Terlalu banyak cambuk kerasmu menghujam hati
Wahai tuan iblis datanglah kau kemari
Lihatlah kami tak gentar untuk melawan
Meski baja siap menanti dan senjata menghantui

Bagi kami mati adalah waktu
Kematian adalah keniscayaan
Kami muak dengan gelagat kota
Kami muak embel-embel kebohongan

Tiba saatnya nanti
Kami akan memegang kendali
walaupun dengan bambu runcing
Kekuatan sebenarnya adalah tekad bulat
tekad yang sudah lama dihuni sabar

Ada batas dari semua lawas
Kami bangkit dan kami lawan
Tuan iblis, tunggu kami, tuan jangan takut!
Rasakan dera dan kecewa kami
Belenggu kami adalah tameng untuk menghunus jiwa iblis

Kami berada diambang pintu
Kami tinggal menunggu waktu

Published by

Muhammad Zaki

Alumnus Sastra Inggris UIN Bandung yang sedang mengejar Master Humaniora di tempat yang sama namun dalam jurusan berbeda yakni Sejarah Islam. Sesekali hiking, berpuisi, meneliti dan jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *