in Karya-karyaku

Tiga puisi untukmu . satu puisi untuk kita

Ujung sendawa hitam

Untuk seorang sahabat yang telah ragu untuk terbang kembali .
Laksana bunga yang enggan untuk bercerita aroma wanginya kembali .
Adakah satu badai yang membuatmu meleburkan sejuta saljunya .
Bersendawalah wahai sahabatku dengan sejuta harapan untuk kisah yang menunggumu diujung sana .
Tempat dimana para malaikat berkumpul .
Bernyanyi bersama . tersenyum bersama .
Apakah kau tidak mau melepas semua sendawa hitammu untuk manusia?
Mulanya kau tersenyum . akhirnya pun kau harus tersenyum.


Nyanyian debu

Selamat datang sahabat . selamat melengkapi hariku dengan keindahanmu.
Apakah kau datang untuk ku wahai sahabat?
Apakah kau membawa keabadian yang tak bisa disentuh oleh pikiran.
Aku haus akan air darimu . sirami aku dengan air anggur dipadang pasir .
Aku tak mau berkelana sampai kedunia fana .
Aku inginkan satu debu darimu yang bisa terbang dan menempati segala tempat yang dia singgahi.
Aku tak mau menjadi hitam yang akan memadamkan aku untuk mencarinya .


Bersembunyi dibalik ombak itu.

Sanggupkah aku untuk selalu bergemuruh ketika pagi datang, aku hanya bagian malam yang selalu berteriak dibermuda sana. Yang tak terlihat oleh mata hera sekalipun.
Kendati hal itu menjadi bagian hidupku. Aku akan ikuti suaranya sampai aku benar-benar tak mampu untuk meramaikan kembali malam.

Lihatlah bulan yang selalu menemaniku sepi.
Peluklah aku yang selalu memerlukan rindu.
Dengarkan aku yang selalu membutuhkanmu.
Rengkuhlah aku dan ajaku terbang tinggi.


Dariku untukmu

Untuk seseorang yang pernah hadir dan pergi.
Biarkan cahayaku redup dank au menerangi yang lainnya.
Kelak sinarnya akan selalu kusimpan dalam hati yang tak terjamah.
Biarkan diriku mengucap rindu akan dirimu walau kau telah menjadi rindu yang dia miliki.

39 total views, 3 views today

Tinggalkan pesan

Comment