The Story Of Ali Paydar (Intro to Literature)

Bisakah anda membayangkan ketika hal kemiskinan, diskriminisasi menjadi bagian terpenting dalam pembentukan karakter seseorang, tidak hanya itu, faktor external juga ( paham dari seseorang ) bisa mempengaruhi karakter seseorang ketika dia tau dia berada pada posisi yang sama dengan statement paham tersebut. akan menjadi sangat baik bila yang dibawa dan dianut adalah paham yang membawa seseorang itu pada perubahan.

Mungkin itulah sedikit pendahuluan atau prakata tentang keadaan yang terjadi ketika Seorang iranian ( Ali paydar ) hidup dalam keadaan seperti diatas. penulis juga tidak tahu mengapa dalam tulisannya membahas Ali paydar dan bukan seorang revolusionis kenamaan yang kita kenal seperti Ayatolah khomain dan ahmadinejad, aku menulis karena aku mengetahui apa yang harus dituliskan.

Ali paydar, begitu namanya disebut aku sudah bisa membayangkan bagaimana wajahnya dan bagaimana kisah hidupnya setelah membaca tentang dia, dan yang aku dapatkan hanya bayangan kosong saja mengenai wajahnya, akan tetapi keadaan dimana paydar hidup sedikit terbayangkan. paydar adalah seseorang yang berasal dari barat utara iran, dia hidup dalam kemiskinan dan ketidak pastian, seperti yang dipendahuluan tuliskan, bahwa suatu keadaan itu bisa mempengaruhi karakter atau pola pikir seseorang yang awalanya lembut bisa menjadi keras. mungkin bahasa kasarnya begitu yah, paydar kecil yang pada waktu itu hidup dizaman iran yang sedang bergejolak, menggemborkan tentang revolusi dalam pemerintahan iran, sangat terinspirasi oleh keadaan tersebut, sehingga dia bisa disebut salah satu revolusionis iran yang tidak terkenal seperti khumaini. dengan keadaan ekonomi paydar yang masih dibawah standar membuat paydar ingin merubah kehidupannya. dengan paham marxisme yang ia kenal dan tidak ketinggalan juga orang-orang yang hidup sama keadaanya dengan dia membuatnya masuk ke dalam partai tudeh ( partai komunis di iran pada waktu itu ).

Aku pernah membaca tulisan tentang revolusi di iran diblog temanku, dan mengatakan bahwa revolusi islam diIran sebenarnya tidak luput dari besarnya jasa kaum buruh dan Partai tudeh. tapi ketika revolusi islam diIran sudah terealisasikan partai tudeh yang sebelumnya berperan penting dalam revolusi tersebut ditutup dan dibubarkan, mungkin karena kepentingan politik. kaum buruh yang pada awalnya semangat untuk membantu revolusi iran dilawan habis-habisan oleh kaum mullah pada waktu itu.

Dampak tersebut menjadi beban psikis juga buat Paydar, karena dia yang tergabung dengan partai tudeh merasa tidak nyaman lagi tinggal dinegerinya sendiri, dia hidup dengan bayang-bayangnya sendiri akan ketakutan. ternyata apa yang ditakutinya terwujud ketika dia dipenjara tanpa ada jendela ataupun celah sedikitpun yang menyinari sehelai dari ruangan hitam itu ( nyastra dikit wkwkwk ). hidup dalam penjara dia bertemu dengan orang-orang yang berideologi sama, berdiskusi tentang keadaan yang sedang terjadi pada masa itu membuatnya sedikit merasa nyaman walaupun mereka tidak tahu akan kemana mereka dibawa dan berakhir.

Dalam politik apapun bisa terjadi, ketika awal menjadi sebuah pertemuan manis harus diakhiri dengan keadaan tragis sudah sering terjadi. ngomong-ngomong kopi saya tidak dibahas, aduh sudah dingin tapi biarlah untuk menemani pagiku dan curhatanku. wassalam.

Muhammad Zakii AL-Aziz
Sastra inggris
( linguistik )

Published by

Muhammad Zaki Al-Aziz

Alumnus Sastra Inggris UIN BDG, Mahasiswa Pasca SKI UIN, Marketer Online, Blogger, Activist, Studies Lover, Free Thinker, Writer, Founder of sastrajingga.com & Co-founder of "Comming soon yukdiskusi.com. Contact me @ZakiiAydia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *