Hujan dan Ironi

Mestinya hujan itu penawar rindu, pengisi keseimbangan harapan dan kehidupan, kehadirannya adalah doa yang tertumpah, dan anugerah yang ditunggu. Mestinya hujan itu pelipur lara rindu duka manusia yang menderu, lalu kenapa setibanya ia menjadi sebuah ketakutan yang tak perlu?

 

 

Jalan Telah Ada; Mengapa Engkau Masih Menunggu?

Sang pencerah telah mencerahkan Ia datang bak surya semua semesta alam Ia disinyalir yang didamba dari pelbagai keyakinan Yang mendamba tak percaya lantaslah ia bertolak belakang Oleh karena banyak hal Mereka tak menerima Bahwa ia adalah yang dijanjikan Surya menyinari dan lantas ia pergi Taqdir kehidupan ialah suatu kepastian Ia Meninggalkan kita Tapi ia meninggalkan berjuta cahaya Wasiat tak terhingga Bekal manusia dibumi Suatu jalan terindah Bila kita menegakan