in Puisi

Rumput dan Dosa

Suatu hari Ishadat bertanya kepada lintang. “Hey Ishadat! Apakah kamu mengetahui perumpamaan rumput yang selalu diam dan dosa yang tak pernah ada?” Ishadat menjawabnya:

Bilau kau tahu dan melihat dengan kejujuran, kau pasti bakal sampai mengerti bahwa rumput tak pernah bergoyang, yang ada hanya angin yang berdendang. Seusai itu ia diam dan tak bergoyang sampai angin menyentuh nya kembali. Mata manusia yang tak sempurna tiada mampu melihat angin yang berdendang itu meski ia bisa merasa tapi. Lalu ia memalingkan hal tersebut pada rumputnya saja.

Begitupun dosa, bila kau memang mau mengertinya, kau akan tahu bahwa hal tersebut bukanlah sesuatu yang diinginkan, ia hanyalah serupa perasaan yang kelak pergi bersama dengan waktu dan kau menyadari bahwa semua itu menyisakan penyesalan.

Manusia bisa merasakannya tapi kadang ia menolaknya karena imbalan dari Sang Maha Kuasa mungkin terasa samar dihari yang jauh lebih terasa dari janji yang telah ditetapkan.

Tinggalkan pesan

Comment

  • Related Content by Tag