12508983_776087912535439_5985711975823225338_n

in Sastra

Periodesasi Sastra Inggris

Berbicara mengenai periodesasi suatu karya sastra disatu tempat tertentu pasti akan membutuhkan banyak referensi dan waktu untuk mengurai. Hal ini diperlukan agar kelak fakta yang diberikan tidaklah semena-mena bacaan kosong belaka atau kategori yang tidak seharusnya dikategorikan.

Syahdan, oleh karena periodesasi suatu sastra melingkupi berbagai elemen kehidupan manusia pada kurun waktu tertentu dengan kondisi yang tentu berbeda dengan zaman sekarang, oleh karena hal tersebut kiranya kita, pada kesempatan ini, tidak berfokus hanya pada karyanya saja.

Melainkan kita pelu, juga, memandang sejarah pertama kali tempat dimana suatu karya itu lahir. Apakah tempat tersebut benar-benar tidak pernah mengalami suatu clash (benturan) dengan peradaban/budaya lain atau apakah karya-karya hanya berkutat pata satu tema sahaja?

Pada kesempatan ini saya akan sedikit membahas mengenai periode-periode karya sastra yang ada di Negara Inggris dari awal mula pertama sampai dengan sekarang. Sebenarnya saya sudah pernah membahas tentang periodesasi ini, namun ketika membaca ulang kembali tulisan tersebut saya jadi merasa bersalah karena tulisan tersebut agaknya kurang terperinci.

Dan hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa saya ingin menulis ulang kembali periodesasi sastra Inggris dengan beberapa tambahan data yang lebih menyeluruh. Artinya lebih valid daripada postingan yang pertama.

TIMELINE SASTRA INGGRIS

Secara sederhana terdapat tujuh periode kesusastraan yang ada di Inggris. Sejarah banyak mencatat bahwa awal mula terdapat literatur di Inggris dapat ditemukan pada tahun-tahun setelah penaklukan Inggris oleh orang-orang Anglo Saxon.

Dalam term benturan peradaban kita mengenal budaya dominan cenderung banyak mempengaruhi budaya yang didominasi, terlebih bila pada budaya yang didominasi tersebut belum mengenal sama hal ihwal peradaban.

Begitulah yang terjadi ketika orang-orang Anglo Saxon menginvasi Negara britania. Sebagai suatu bukti maka terdapat periode, yang mempunyai jangka waktu lama, sastra di Inggris yang dikategorikan kepada periode Anglo Saxon.

Dibawah adalah beberapa pembagian periode sastra inggris:

  1. The Anglo Saxon Period and the Middles Ages 449-1485
  2. The English Renaissance 1485-1650
  3. From Puritanism to the Enlightenment 1640-1780
  4. The Triumph of Romanticism 1750-1837
  5. The Victorian Age 1837-1901
  6. The Modern Age 1901-1950
  7. 7. An International Literature 1950-Present

The Anglo Saxon Period and the Middles Age 449-1485

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai periode sastra inggris dizaman ini, ada baiknya bila kita sedikit mencatat beberapa pertanyaan yang akan berguna pada pembahasan ini.

1. Bagaimana invasi yang datang dari orang-orang diluar Inggris, pada waktu itu, mempengaruhi kebudayaan dan sejarah di Inggris?
2. Mengapa Gereja Katolik Roma sangatlah penting pada budaya abad-abad pertengahan?
3. Apa yang mencerminkan romantisisme pada abad pertengahan?

Ketiga pertanyaan diatas adalah fokus utama yang akan kita temukan jawabannya dalam pembahasan dibawah.

Pada periode ini terdapat beberapa tema umum, berdasarkan isi dari karya sastra yang ditemukan, dan dapat dibagi kedalam tiga bagian. Ketiga bagian ini mungkin juga bisa disebukan sebagai tiga poin penting yang meliputi karya-karya dari tahun 449-1485.

Yang pertama karya sastra yang memuat tentang pembahasan pahlawan atau dikenal juga dengan The Epic Warrior, pembahasan tentang gereja dan keyakinan atau The Power of Faith, dan The World of Romance.

A. The Epic Warrior

Hal ini ditandai dengan kedatangan berbagai suku Anglo Saxon bersamaan dengan budaya yang mereka miliki, termasuk bahasa, nyanyian-nyanyian dan tradisi-tradisi lainnya. Maka sebagian dari apa yang mereka lakukan adalah, dari berbagai suku-suku, kebiasan memuji pahlawan-pahlawan perang yang banyak dikagumi oleh sebahagian masyarakat.

Seperti yang pernah dituliskan Tacitus, sejarawan Romawi: “the fierce loyalty of the Germanic warriors from whom the Anglo-Saxons were descended: “On the field of battle it is a disgrace to a chief to be surpassed in courage by his followers, and to the followers not to equal the courage of their chief. And to leave a battle alive after their chief has fallen means lifelong infamy and shame.”

Selain itu pertemuan antara tradisi German dan agama Kristen disatu sisi banyak mempengaruhi kekayaan budaya yang ada di waktu Inggris lama. Ketika keduanya disandingkan seiring waktu maka terdapat dua sisi berbeda yang keduanya berjalan layaknya roda pedati.

Tradisi Anglo Saxon, yang sebelumnya, banyak menganut paham paganisme atau mitos-mitos tentang kegelapan yang berakhir pada satu tragedi dipertemukan dengan agama Kristen yang datang layaknya sang pencerah bagi para Anglo Saxon. Mereka banyak mengajarkan kehidupan akhirat dan janji-janji mengenai dunia surga dan lain-lain. Meskipun begitu tidak banyak pengaruh yang bisa menggantikan atau mencerahkan kepercayaan mitos-mitos yang telah dipercayai mereka.

Karya sastra yang bisa diidentifikasi sebagai perpaduan dari tradisi berbeda ini adalah karya sastra yang terkenal itu, yaitu Beowulf. Dalam karya ini bisa kita temukan kombinasi antara tradisi German dan agama Kristen.

Dalam Beowulf juga kita bisa menemukan sisi lain tentang tradisi German yang mana mereka lebih percaya kepada nasib (Wyrd). Bagi mereka salah satu jalan untuk menghadapi semua itu adalah dengan sifat keberanian melawan apapun itu rintangannya. Kita bisa mengindentifikasikan hal ini pada perkataan terkahir Beowulf yang berbunyi: “Fate has swept our race away, / Taken warriors in their strength and led them / To the death that was waiting. And now I follow them.”

B. The Power of Faith

Dalam pembahasan ini, permasalahan tentang kedatangan agama Kristen ke Britania raya akan semakin elok. Dengan subjudul yang ditulis diatas, kita telah banyak berpikiran bahwa terdapat unsur-unsur agama yang terdapat dalam karya-karya sastra periode Anglos Saxon ini.

Kedatangan agama Kristen ke Inggris tidak akan pernah terlepas dari dua nama besar yang dikenal, dalam beberapa catatan sejarah, dengan nama Pope Gregory 1 dan St Agustinus. Pope Gregory mengirim misionaris ke daerah Inggris pada tahun 596 dan beberapa abad setelah misinya itu, pada tahun 650 an orang-orang Inggris sudah banyak memeluk agama Kristen.

Disisi lain kedatangan agama Kristen banyak mempengaruhi sikap orang-orang terhadap kegiatan tulis menulis. Dan yang paling dominan untuk menjadi seorang penulis adalah Monk (Laki-laki yang mengabdikan dirinya untuk berkerja dan berdoa) dan Nuns (Wanita). Contoh dari hasil karya yang pernah dihasilkan pada bahasan ini adalah “Book of Durrow and the Lindisfarne Gospels, rank among the most beautiful works of art produced in the Middle Ages.”

Selain itu dengan banyaknya tulisan-tulisan yang dihasilkan oleh Monk dan Nuns, meskipun dengan menterjemahkan, terdapat pula satu mahakarya yang sudah termasyhur diseantero dunia. Karya tersebut dikenal dengan sebutan “Bede’s Ecclesiastical History of the English People”

Pengaruh kekuatan kepercayaan juga bisa kita lihat pada karya Canterbury tales (Hal 100). Dimana pada karya ini kita mendapati bahwa katedral yang pertama kali dibangun di Inggris adalah tempat suci bagi umat Kristen yang ada disana pada waktu itu.

Meskipun begitu terdapat satu pengaruh lagi yang tidak bisa kita elakan dalam tulisan ini. Yakni pengaruh kitab bible terhadap drama-drama yang pernah ditulis pada saat itu. Semisal dalam karya The Creation of Adam and Eve dan lain-lain.

C. The World of Romance

Pada bagian ini kita hendak memasuki suatu ruang yang mana, bagi kita semua, hal ini selalu menjadi kesukaan kita saat ini. Saya sendiri merasa sangat senang apabila menonton film-film yang berceritakan tentang suatu kerajaan-kerajaan, apalagi kalau tersebut berlatar belakang kerajaan Inggris.

Dimana pada banyak cerita yang kita dapati, dalam kerajaan-kerajaan tersebut terdapat satu orang pahlawan yang bisa membuat kita tergugah. Seiring dengan waktu kisah-kisah tersebut menjadi legenda yang sampai saat ini masih dicintai orang-orang Inggris.

Hal tersebutlah yang menjadi kata kunci dari pembahasan ini. Ada banyak karya-karya yang bisa kita baca sebagai pengetahuan. Diantaranya adalah King Arthur dan Sir Gwain and Green Knight.

Tulisan ini adalah tulisan berseri dari ketujuh bagian periodesasi sastra Inggris. Untuk tulisan selanjutnya saya akan membahas sedikit tentang English Renaissance dan From Puritanism. Pastikan untuk subscribe blog ini yah 🙂

[ois skin=”Follow Blog”]

[freebiesub download=”http://www50.zippyshare.com/v/88209516/file.html”]

Muhammad Zaki Al-Aziz

Alumnus Sastra Inggris UIN BDG, Mahasiswa Pasca SKI UIN, Marketer Online, Blogger, Activist, Studies Lover, Free Thinker, Writer, Founder of sastrajingga.com & Co-founder of "Comming soon yukdiskusi.com. Contact me @ZakiiAydia

Tinggalkan pesan

Comment