Perebut Singgasana

Siapa sanggup melawan kehendakNya?
Adalah manusia yang tiada berdaya atas kuasaNya
Mengemban misi lawasnya turun ke bumi
Mengisi hari yang bergemuruh tidak abadi

Siapa sanggup melawan dan merebut singgasanaNya?
Adalah manusia yang sombong meski sebentar berjalan dibumi
Dirasanya bumi adalah keindahan tiada tara
Namun congkaklah dia, karena bumi itu seteru dan penggoda jiwa abadi

Dia mentaqdirkan semua hal ihwal kehidupan
Percayalah nasib kita, Dia lah yang maha tahu kita melangkah
Bahkan ketika nanti saat dua tempat abadi yang akan diisi
Kenapa manusia tetap tiada berdaya untuk tunduk kepadaNya

Kapankah kita memulai untuk sedikit saja bertunduk
Bersujud membuka jiwa untukNya
Memelihara setiap anugerah yang diembankan pada manusia
Tanpa meredam anugerah yang berubah menjadi petaka

Peristiwa itu akan tiba waktunya
Kelak kita tiada berdaya, kita kecil hanya secuil nasi disamudera
Kita kocar-kacir mengeluh dan ingin rasanya kembali bertobat
KebesaranNya yang sanggup membuka mata hati manusia…

Published by

Muhammad Zaki

Alumnus Sastra Inggris UIN Bandung yang sedang mengejar Master Humaniora di tempat yang sama namun dalam jurusan berbeda yakni Sejarah Islam. Sesekali hiking, berpuisi, meneliti dan jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *