Sajak Tentang Perempuan Pantai

Ada perempuan berjalan dekat pesisir pantaiDia layaknya bidadari yang menghisap setiap lirik mataDia bermahkota awan pada langit dan laut pada bumiBersinarkan senja menyilau tenggelam dengan takjub Selendang warna itu merekat pada wajahnyaMengaburkan sinar surya cerah raut manisnyaSeketika angin menyeringainyaMenguak keindahan setiap lirik matanya Begitu meronanya perempuan ituKetika tepat berada pada tebing tinggiDia mengepakan selendang warnanya dihempas anginSeraya akan terbang bersama gemuruh dan riak air pantai dalam senjaMuhammad Zakii2011

Sajak Untuk Penguasa

Tidak kah itu sebuah keniscayaan?Bila berdiri tegak diatas semua golongan kan goyangBukankah itu sebuah kepastianBila semua golongan berdiri tegak melawan Siapa yang mau badai menghantamMenghujam setiap perkaramuBadailah pasti menerpa, menyentuhmu dengan keindahanPastilah mereka datang dan dianggapmu seakan menjadi serigala Namun yang berdiri diatas kursi itu, engganEnggan bergeming dengan keadaanHanya dengan mengiming2i kita dari perkataTiada tanpa melakukan sebuah pembuktian Siapalah yang mau melihatbila yang berdiri itu hanyalah sebuah bonekaYang bisanya hanya mengumbar kata dan mengumbar tanganDan kita berharap boneka itu kehilangan batrainya Biar kelak kita tidak bisa melihat peci yang terbengkalaiSelebihnya biar aku tidak disuguhkan muka yang muramSeperti hidup beberapa penyesalan dalam dirinyaBersemayam dalam mukanya yang pucat menunggu bucat 2011muhammad Zakii

Satu Jalan Terbaik

Saat ku melihat sekitarLalu berdiri tegak menegak langitSaat itu pula aku ditantang setanLalu mereka mengira kita semua sama menegak ke langit Nampaknya mereka orang-orang yang kesakitanYang merasa bisa hidup bebas tanpa yang terlihatMenyederhanakan sesuatu yang tak bisa disederhanakanKetika semua tak terpecahkan, mereka menjadi gila dengan kekecewaannya Mereka tak lain seperti berjumawa dengan kepolosan kitaTerkaan mereka mengena separuh jantung jiwa kitaMeski tidak sesumbar menghilangkan semua jantung kitaTapi racun nampak jelas dalam diri kita Saat ku melihat sekitar Terkesan aku melihat mereka hanyalah orang bodohYang sedang mencari keadaan yang ada tapi tiada nampak bagi mataBukankah kita mengetahui akan ketidak berdayaan kita untuk memikirkannya Manusia tidaklah terasing di dunia ini, Dalam keterasingannya, cahaya/jalan selalu nampak jelas didepan merekaTapi dengan angkuhnya mereka berkata semua jalan setapak itu berbeda-beda Tapi sama menuju kepada-nya Lalu siapakah yang terbaik diantara semuaYang terbaik adalah bagiku adalah jalanku, setapak menuju keabadianSemua saudaraku tahu yang terbaik bagi kita adalah jalan