in Sejarah

Mengingat PKI: Pondok Bobrok, Langgar Bubar, Santri Mati

Pondok bobrok, langgar bubar, santri mati

Kutipan Pondok Bobrok, Langgar Bubar, Santri Mati di atas merupakan sebuah jargon keras//Yel yel yang dibuat PKI sewaktu mereka pernah hadir di Indonesia, khususnya ketika mereka melakukan “pemberontakan” kelam yang terjadi pada kurun waktu 1940-an. Rasanya kalau di artikan secara istilah yel-yel di atas itu bisa bermakna sangat mengerikan.

Saya sebenarnya boleh saja membenarkan bagaimanapun yel-yel tersebut di ciptakan karena dalam sebuah partai politik, menciptakan sebuah bahasa, jargon//yel-yel dengan makna yang sangat dalam bisa di katakan dapat membantu mempengaruhi publik massa yang banyak sekaligus menyemangati jiwa-jiwa yang memang sudah dirasuki ideologi yang dianut. Ini membenarkan pendapat para ahli bahasa yang mengatakan bahwa bahasa juga erat kaitannya dengan tindakan, kuasa, dan kekuatan, ia seakan pemersatu bagi, dalam hal ini, ideologi komunis yang sifatnya memang sangat menggebu.

Seperti yang terjadi pada pemberontakan yang dilakukan PKI kala itu. kiranya yel-yel yang dibuat PKI memang dijadikan sebuah pembenaran manakala mereka melakukan sebuah aksi massa yang mengerikan yang dilakukan di beberapa tempat di Indonesia khususnya didaerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Yel-yel tersebut beraromakan sebuah keinginan kuat untuk menghancurkan lawan politik mereka yang dianggap berseberangan dengan ideologi PKI. Siapakah mereka? Jawabnya kalau ada kata pondok dan santri maka yang dituju PKI kala itu ialah Islam.

PKI Yang Menua Berontak Lalu Mereda

Sebenarnya tahun 1948-an itu ideologi ini sudah banyak di tentang bahkan bisa dikatakan PKI pada waktu itu sudah tua renta. PKI pada periode ini merupakan bentukan kembali dari PKI yang sebelumnya sudah agak lebur. Namun pasca kemerdekaan, para jejedug PKI yang sebelumnya berceceran telah kembali ke Indonesia dengan mengusung kembali semangat yang baru, dan bisa dikatakan lebih radikal. Diantara tokoh terkenal yang mempunyai pengaruh saat itu adalah Muso dan Amir S.

Di tangan kedua orang “pintar” ini gerak PKI menjadi lebih revolisioner, bukan hanya bergerak dalam propaganda saja bahkan agitasi pun siap mereka kerjakan. Bila saja ada pihak yang tak selaras pandang dengan ideologi PKI, dilawannya dengan cara apapun. Termasuk ketika keinginan Muso, dengan sejuta ambisinya, ingin mendirikan Republik Indonesia Soviet.

Tentu hal tersebut di ketahui Muso tidak akan berjalan mulus, mengingat bakal banyak rintangan dan tantangan yang akan menghalangi ambisi wow nya itu. Salah satu rintangan yang paling diperhitungkan PKI tentu adalah Islam. Oleh karenanya pada pemberontakan PKI yang terjadi pada tahun 1948an itu banyak dari korban yang berasal dari kalangan ulama, santri dan beberapa elemen yang terkait dengan Islam.

Bagaimanapun juga komunis tetap komunis, ia ideologi yang bisa dianut lintas negara. Bila terjadi sesuatu hal yang mengerikan terkait dengan komunisme maka memang begitulah wajah dari komunis. Ia rela menghabisi demi mewujudkan ambisi, khususnya ambisi politik. Lihat saja bagaimana Lenin atau Stalin yang mempunyai sisi kelam yang mengerikan sepanjang sejarah peradaban dunia.

28 total views, 1 views today

Tinggalkan pesan

Comment