in Agama, Internasional, Jejak Islam

Membangun Kembali Peradaban di Turki

Berbicara peradaban di Turki memang bukan hal yang baru. Mengingat Turki, secara historis, termasuk pewaris “sejarah” dinasti besar Ottoman. Kenangan manis akan besarnya Ottoman bisa kita lihat, contohnya, pada peristiwa pemberian bantuan terhadap bencana di Irlandia. Dalam hal pembangunan, Ottoman tak mau kalah juga dengan pencapaian yang diraih oleh bangsa-bangsa lain, karena di Turki sana kita mengenal seorang Koca Mimar Sinan yang karya-karyanya sangat monumental dan masih bisa dirasakan sampai saat ini. Namun sebagaimana yang dikatakan Ibnu Khaldun bahwa peradaban itu mempunyai umurnya masing-masing, dari lahir, tumbuh, berkembang, sukses, turun dan benar-benar lumpuh. Begitupula dengan yang terjadi pada peradaban Ottoman.

Berbicara peradaban dengan kebudayaan, keduanya mempunyai ciri-cirinya tersendiri. Namun perlu diketahui bahwa kedua hal tersebut tentu berbeda. Kalau istilah peradaban itu lebih merujuk pada satu periode dimana periode tersebut berada pada puncak kejayaan. Berbeda dengan istilah kebudayaan, yang merujuk pada satu proses yang masih berlaku pada satu periode.

Turki tentu mempunyai kedua hal tersebut baik peradaban dan kebudayaan. Yang satu, seperti yang kita tahu, telah meredup, sementara kebudayaanya nyatanya tak sebesar pencapaian terbesar peradaban Ottoman, itu menurut saya. Maka tak salah bila ada yang menyebutkan bahwa Turki itu ibarat “sick man” atau ada juga yang bilah bahwa Turki itu Eropa engga, Asia juga masih ada yang bimbang. Bagi sebahagian masyarakat Turki mungkin runtuhnya dinasti Islam sebagai sebuah pembaharuan, akan tetapi tak sedikit juga dari sebahagian orang Turki yang merindukan kejayaan-kejayaan dinasti Ottoman yang pernah berjaya beberapa tahun lamanya.

Erdogan Dan Periode Merindu Pada Peradaban Yang lalu

[pullquote align=right]“Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat ‘Isya’. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.” (HR. Bukhari no. 657).[/pullquote]

Munculnya Pemimpin seperti Erdogan, agaknya sedikit-sedikit membuka kembali kerinduan akan kejayaan dinasti Ottoman. Agama Islam menemukan kembali jalan pulang kerumah yang telah terputus dari masa ke masa. Hal-hal berbau Islam yang dahulu pernah dilarang nampak muncul kembali pada pemerintahan Erdogan sekarang. Boleh dibilang bahwa Turki seakan tengah membangun peradabannya kembali yang telah lama terkubur.

Tentu untuk memulainya kembali tidak selalu semudah membuka telapak tangan. Mengingat Turki saat ini bukan negara yang menerapkan Islam, bahkan kebanyakan dari masyarakatnya yang menginginkan hal-hal berbau Islam tidak dijadikan lagi sebagai sebuah pedoman. Tantangan dan rintangan pasti selalu ada. Akan tetapi sebagaimana yang tertera dalam hadits diatas, bahwasanya walau merangkakpun keinginan atau tindakan untuk mencapai kembali kemenangan itu harus diupayakan.

Baru-baru ini di Turki diadakan sebuah inisiatif yang bisa dikatakan sebagai penguatan kembali pondasi keislaman. Tentu hal tersebut bermula dari hal yang kecil namun nyatanya sering diabaikan oleh umat Islam. Untuk menjawab semuanya itu, di Istanbul, tepatnya di mesjid sekitaran Istanbul, membagikan 40 sepeda kepada 40 anak-anak yang lulus dalam beribadah shalat shubuh dan Isya di mesjid secara berjamaah. Meski menimbulkan satu pertanyaan “apa nanti niatnya hanya untuk sepeda saja” akan tetapi bila sudah terbiasa dan terus menjadi satu kebanggaan pada akhirnya, hal tersebut lambat laut akan menjadi sebuah kesadarab yang mebawaka kepada kebiasaan. Terlebih yang dilombakan disini adalah salah satu tiang agama yakni yang berhubungan dengan ibadah, yakni shalat.

Yah bagi saya pribadi, hal tersebut sangat menyejukan melihat bagaimana mereka sangat bersemangat dalam pengadaan lomba atau para peserta yang mengikuti lombanya. Semoga dengan adanya lomba-lomba tersebut, para generasi muda di Turki mulai terbangun dalam kemewahan kecil dibalik kebesarannya.

[notice]

Yuk ah berlomba-lomba dalam kebaikan lur. Cek videonya lur!

[button url=https://www.youtube.com/watch?v=R94LV4KIt_M] Disini [/button] [/notice]

 

 

Tinggalkan pesan

Comment