in Agama, Karya-karyaku

Malleus Maleficarum (Teks Pembunuh Wanita)

[ZakiiAydia] – Sebuah konspirasi teks yang mengguncang dunia pada abad ke 14. Mungkin efek dari diterbitkan buku ini bukan hanya sepanjang abad 14 tapi teks itu masih menjadi sebuah perbincangan sampai sekarang, didalam bukunya diceritakan bagaimana penghakiman terhadap peran wanita yang dianggap sebagai penjelmaan setan/penyihir dan sudah barang tentu teks itu menjadi momok menakutkan para kaum wanita yang hidup diantara abad sesudah dan sebelum abad 14.

Tidak dipungkiri bahwa literature tersebut sangat berhasil ketika pertama kali dipubliskan oleh Kramer, buku apa yang bisa membuat para kaum wanita menjadi ketakutan hebatnya?

Barangkali dari kalian sudah ada yang mengetahui buku tersebut, buku itu dikenal juga dengan nama ‘Malleus Maleficarum’ sebuah literature teks yang isinya adalah menyatakan bahwa wanita adalah penjelmaan iblis atau penyihir jahat, oleh karena itulah para wanita merasa takut dan was was dengan kehadiran buku tersebut. karena selain menjelaskan secara detail tentang sejarahnya, didalam buku tersebut juga dituliskan bagaimana caranya menghukum para penyihir wanita.

Malleus Maleficarum adalah sebuah teks yang mengguncang dunia yang dibuat pada tahun 1486 dan dipublikasikan pada satu tahun setelahnya 1487, penulisnya adalah Heinrich Kramer dan dibantu oleh rekan sejawatnya jacob spranger.

Sejarah dibalik dari penerbitan buku ini adalah mungkin sesuatu kekecewaan yang dialami oleh Heinrich Kramer terhadap keadilan yang membebaskan wanita yang dituduhnya sebagai penyihir, dan buka tanpa sebab mengapa konstitusi hukum pada waktu itu membebaskan para wanita tersebut, karena tidak ada bukti yang kuat yang menyatakan bahwa para wanita itu penyihir maka mereka dilepaskan.

Sontak hal ini membuat kramer menjadi bengal dan marah tak bersuara, dia hanya seorang diri yang mempunyai keinginan untuk membantai dan membunuh para penyihir wanita. perlu diketahui bahwa kramer adalah seorang yang shalih, dia adalah seorang pemikir dan seorang yang rajin membaca kitab bible.

Apa yang menyebabkan kramer sangat ingin membunuh para penyihir wanita? tak lain adalah bahwa ada salah satu ayat didalam bible yang menyatakan bahwa para wanita penyihir adalah bentukan dari iblis yang jahat, maka harus dibinasakan. sementara untuk ayat bible nya saya lupa, akan tetapi Insya Allah saya akan menghadirkan kembali dalam tulisan-tulisan yang lain.

Dari peristiwa yang membuat Kramer kecewa dan merasa disakiti, kramer berpikir dan terus merenung bagaimana caranya dia bisa meyakinkan orang-orang akan pemikirannya? sampai pada akhirnya kramer mempunyai inisiatif untuk membuat sebuah buku yang menceritakan tentang penyihir, sejarah para penyihir yang didasarkan pada pengetahuannya tentang bible. sejak itu dia mulai menulis apa yang ia bisa yakinkan pada orang-orang.

Malleus Maleficarum yang berjumlah 248 halaman telah rampung dibuat Heinrich Kramer, ketika langkah pertama telah rampung diselesaikan oleh kramer, kebingungan kedua melanda kramer karena untuk meyakinkan bahwa buku itu benar maka kramer harus mempunyai persetujuan dari pendeta2 digereja roma. oleh karena itulah jacob spranger berperan penting dalam hal pembuatan buku ini. dia dipercaya adalah salah seorang pendeta yang dekat dengan pendeta roma.

Dengan keberhasilan kramer membukukan naskahnya yang sangat berbahaya sekali, maka itulah awal dari pembantaian para kaum wanita, sampai saat ini saya tidak mengetahui bagaimana buku itu menerangkan pencapan wanita sebagai seorang penyihir, akan tetapi dalam sebuah kisah disebutkan bahwa ketika para wanita memberontak sedikitpun maka akan ada sekelompok orang untuk memfitnahnya sebagai seorang penyihir.

Yang pada akhirnya dibantai dengan cara-cara yang tidak wajar sekali. dibakar hidup-hidup, disalib, dimasukan ke air, kepala diapit kedua besi keras lalu ditindih.

Pada mula penerbitannya buku ini telah merenggut 60 ribu para ‘penyihir’ wanita, kramer berhasil menjalankan misinya, mis yang telah diemban ketika dia membenci wanita. Namun atas kekuasaan allah yang maha agung, pada akhirnya buku ini dilarang oleh gereja katholik dan dimasukan kedalam buku yang terlarang, saya berpendapat bahwa ini adalah pertolongan Allah karena Allah adalah maha penyayang terhadap makhluk yang diciptakannya.

Dari keterangan dan penjelasan yang sangat singkat diatas, kita bisa mendapatkan beberapa hikmah dari kejadian yang telah terjadi beberapa abad yang lalu. bahwasanya sikap menghakimi seseorang itu adalah bukan kehendak kita, untuk sekarang kita sudah mengenal dengan apa yang namanya hukum maka hukum itulah harus dijalankan.

Sudah semestinya kita mengerti dan menyadari bahwasanya menghakimi seorang atau dalam kasus ini para wanita tidak bersalah adalah dosa yang sangat keji dan tak beradab. saya khususnya sebagai seorang muslim sangat ngeri sekali bila benar adanya pembunuhan-pembunuhan para wanita ini yang merenggut sekitar 60 ribuan jiwa. maka dari itu keadilan menjadi kata yang harus dipertanyakan kembali.

Muhammad Zaki

Tinggalkan pesan

Comment