in Filsafat

Ketika Kuasa Manusia Bersanding Iblis

Saya tak bisa membayangkan bilamana sang negarawan Muhammad Natsir mendengar atau mengetahui bahwa cita-cita abdi negaranya telah ternodai oleh setan koruptor disaat sekarang ini. Tidak tanggung-tanggung yang menjadi setan koruptornya tersebut adalah seorang yang paling tinggi diantara mereka yang berkerja kepada lembaga yang terhormat. Kita patut bertanya adakah kasus besar lainnya yang akan diberantas KPK melebihi kasus yang menyangkut Mahkamah konstitusi ini?

Aydia HartaDitangkapnya Akil Muhtar dan konco-konconya sedikit memberikan suatu kengerian kepada kita, atau boleh jadi ketakutan, bahwa perbuatan laknat korupsi yang ada di Negara kita sudah menjadi barang dagangan yang murah meriah dihadapan dosa besar, yang seharusnya berat diemban, terhadap masyarakat.

Adakah para setan tersebut tak mau tahu akan keadaan masyarakat disana? Ataukah kegemilangan harta tahta sebagai seorang pejabat telah melunakan hati seorang manusia? Yang dimana lunaknya tersebut cenderung membuka pintu setan untuk menghasut seorang manusia mengikuti jalan yang salah? Disinilah letak bagaimana kuasa manusia besanding iblis.

Yang Pandai Berbohong Ia Yang Menang

Dalam politik terdapat satu strategi yang mampu menyilaukan setiap orang yang melihat dan menikmatinya. Namun yang paling mengena dalam konteks ini adalah bagaimana bahasa-bahasa manis, yang menjelma menjadi satu harapan besar masyarakat, yang selalu diungkapkan para politisi ketika hendak menyuarakan aspirasinya untuk masyarakat.

Dalam hal strategi, memang hal tersebut harus ada akan tetapi siapa yang tahu bahwa hal yang demikian tersebut ternyata hanya kedok belaka? Saya jamin gak akan ada yang tahu!Karena terdapat suatu sistem yang kinerjanya membelit, merengkuh dan menguatkan diantara mereka.

Akil, yang menjadi tersangka dalam kasus suap, adalah salah satu contoh bagaimana yang pandai berbohong memenangkan satu perkara yang pernah menimpanya.

Tuduhan yang terlontar dari Refly Harun pada waktu sebelum Akil menjadi tersangka, saat ini, telah menjadi benar adanya. Disatu sisi kita harus menerima bahwa saat Refly Harun mengungkapkan beberapa kejanggalan dalam tubuh MK, khususnya AKil pada waktu itu, yang menjadi pemenangnya adalah Akil.

Meskipun begitu, nampaknya, kehinaan dari setan pun akhirnya terungkap juga. Kehinaannya datang seketika seorang manusia berada pada tingkat yang memalukan. Tertangkap tangan berserta ganja, obat kuat dan hal-hal lainnya yang tabu. Perbuatan Akil ini telah menjatuhkan nama besar MK dimata publik.

Kita tak percaya bagaimana seorang pak tua masih saja bergelut dengan barang haram seperti itu? Namun kita percaya juga bahwa ketika seorang telah berlumur dosa maka lumuran tersebut serasa menjerat pada seluruh nadi-nadi kehidupan mereka. Begitulah nampak ketika seorang manusia menghambakan dirinya kepada setan uang, setan tahta dan setan hawa nafsunya sendiri yang liar.

Korupsi saja, yang dimana dosa ini adalah dosa besar karena uang yang seharusnya menjadi kepentingan bersama telah disalah gunakan, mereka lakukan. Apalagi narkoba dan obat kuat yang selalu dikuasa ketika seorang mempunyai uang satu koper dirumahnya?

Kuasa: Harta Tahta Dan Wanita

Tuan, bila saya berpendapat maka saya akan mengatakan bahwa istilah subjudul diatas adalah satu paket yang selalu berkelindan ketika kuasa manusia bersanding iblis dikehidupan ini.

Entah apa yang ada dibenak manusia ketika dalam dirinya terdapat satu tahta kuasa, yang pasti bergelimang harta, ia malah terlupa akan satu kewajiban mutlak yang harus diberikan kepada yang seharusnya.

Kalau menjawab bahwa mereka khilaf atau terlupa, siapa yang mau percaya begitu saja? Saya sendiri tak mau percaya kalau misal alasan tersebut menjadi omong kosong para koruptor. Bagaimana kalau perbuatan mereka yang kotor tersebut tidak tersentuh sama sekali oleh KPK atau polisi? Lupa kah mereka? Khilafkah mereka semua?

Kita kembali lagi kepada Kuasa: harta tahta dan wanita. Bahwa yang paling dasar dari istilah yang menyentil itu terdapat pada bagaimana lemahnya kuasa manusia atas dirinya sendiri yang telah kalah telah oleh setan.

Mereka, oleh karena itu, sudah tentu telah kehilangan dirinya sendiri. Mereka tak begitu memperdulikan masyarakat yang masih banyak membutuhkan aluran tangan, mereka tak begitu memperdulikan dosa apa yang akan dibalaskan setimpal diakhirat sana, mereka tak perduli dengan bagaimana kelak keturunan-keturunan mereka akan menanggung luka panjang karena perbuatan bejatnya.

Hilangnya tali cinta terhadap Allah, yang implikasinya besar terhadap kecintaan manusia terhadap sesama manusia, akan meringankan masuknya godaan-godaan iblis yang begitu hebatnya.

Sekali tiga uang maka tiga dosa terlaksana. Ada ganja, ada obat kuat dan Ekstasi pasti terlahir karena adanya kuasa iblis atas manusia yang lemah akan godaan. Ketika manusia tepat pada perbuatan seperti ini barangkali manusia tersebut telah lepas dari genggaman awal dimana ia terlahir dihari yang lalu, alias Ateis.

Muhammad Zaki

Blogger | Writer | Reader | Thinker | Marketer Online | Mahasiswa Sejarah Kebudayaan Islam - Pasca UIN BDG | Youth Muhammadiyah |Work at Istoria Digital Studio
Alumnus Sastra Inggris UIN Bandung yang sedang mengejar Master Humaniora di tempat yang sama namun dalam jurusan berbeda yakni Sejarah Islam. Sesekali hiking, berpuisi, meneliti dan jalan-jalan.

Latest posts by Muhammad Zaki (see all)

Tinggalkan pesan

Comment

  1. jika iblis sudah menggoda tidak pandang bulu, entah sudah rambutnya memutih ataupun yang masih klimis. Setan selalu mencari celah kelemahan manusia. Kadang segepok uang bisa membuat seseorang buta mata, bahkan yang lebih parah bisa buta hati..naudzubillah

  2. Luar Biasa Tulisanya Akhi…
    Semoga Kita Semua Terhindar Dari Godaan Iblis Yang Senang Akan Lemahnya Iman.

    `~Succes Terus Untuk Tulisanya..