Gencatan Senjata Jabhat Al-Nusra dan ISIS

Konflik yang terjadi di Suriah, yang sekarang telah memasuki tahun ketiga, tidak hanya terjadi secara horizontal semata, melainkan konflik sengitpun terjadi secara vertikal. Artinya selain konflik antara pihak oposisi dan tentara rezim diktator disatu sisi, disisi lain seperti yang banyak  dimuat dibeberapa media, konflik juga terjadi pada internal kedua belah pihak yang berseteru.

Syahdan, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa perang di Suriah, pada saat ini, sudah seperti perang yang dimana perang tersebut bisa diandaikan seperti sebuah magnet, ia berhasil menarik pihak lain yang mempunyai tali perjuangan serupa untuk ikut bergabung didalam perjuangannya.

Perlu diketahui oleh kita bahwa yang saya maksud dengan magnet tersebut bisa menjadi dua definisi berbeda, bahkan jauh dari apa yang diharapkan. Bila magnet itu terdapat pada pihak rezim diktator maka yang menjadi eufemisme, kiasan magnet itu, adalah untuk membantu stabilitas negara dan bla. bla, bla, bla.

Sebaliknya bila magnet itu didapati pada pihak oposisi maka yang menjadi panopticon, definisi luas yang terhegemoni, adalah jihad global yang identik dengan terorisme dunia. Apa jadinya bila mereka yang berani menentang tirani dengan jalan revolusi, para oposisi, nyatanya dianggap sebagai terorisme?

Konflik Yang Terjadi Pada Keduanya

Sejauh saya memandang maka dari pihak rezim diktator terdapat beberapa sekutu, magnet, yang telah terbukti membantu mereka untuk berperang melawan oposisi. Pihak-pihak itu adalah Iran – meski tidak sebanyak”, “Hizbullah” dan bahkan Rusia, sedangkan dari pihak oposisi terdapat beberapa relawan/orang yang datang dari belahan dunia manapun untuk membantu perjuangan oposisi atas nama solidaritas sosial. – more than gemeinschaff or raison d’etre –

Seperti sudah dikatakan diatas, bahwa konflik yang terjadi di Suriah itu tidak hanya terjadi secara horizontal, konflik antara rezim diktator dan Oposisi, tapi dengan semakin meningkatnya perang dan banyak membaurnya beberapa brigade baru ternyata hal tersebut sedikitnya memunculkan konflik baru.

Penyebabnya pun beragam. Namun sepengatahuan penulis setelah menelusuri beberapa berita, maka terdapat dua penyebab yang bisa dijadikan sandaran. Pertama perbendaan pandangan dari beberapa brigade yang ada di Suriah dan yang kedua adalah bentuk kesalahan komunikasi.

Contoh dari bentuk kesalahan komunikasi yang menyebabkan terjadinya benih konflik tersebut adalah ketika bala bantuan, untuk rezim diktator, yang dari libanon itu merasa kecewa karena banyak dari prajuritnya, yang ditempatkan digarda terdepan, mati terbunuh, sedangkan hal tersebut tidak terdapat pada rezim diktator sendiri. 1

Dan salah satu bentuk contoh penyebab konflik yang terjadi akibat dari perbedaan pandangan diantara brigade pihak oposisi adalah dengan adanya konflik yang terjadi antara Jabhat Al-Nusra, FSA, dan ISIS. Konflik ini merupakan yang terburuk yang menimpa oposisi, karena kedua belah pihak adalah brigade yang paling banyak mendulang kesuksesan dalam pandangan perjuangan oposisi.

Dalam beberapa sumber baik itu video, artikel, berita, dikatakan bahwa konflik yang terjadi diantara brigade tersebut adalah adanya sebuah definisi takfiri 2 yang saling lintas melintas diantara mereka. Dengan beberapa jargon seperti: membunuh sesama muslim, eksekusi tahanan dengan cara yang tidak sesuai dan lain-lain. Hal ini diperkeruh dengan kesalah pahaman salah satu brigade yang membunuh, mereka pada akhirnya meminta maaf karena telah membunuh, seorang pemimpin oposisi.

Video dibawah adalah salah satu video dokumenter dari salah saeorang jurnalis vicenews ketika meliput peperangan Suriah dan konflik-konflik yang terjadi antara pihak oposisi. Jurnalis tersebut mendapatkan pelayanan dan tempat tinggal yang baik dari FSA.

Konflik antara Jabhat Al-Nusra dan ISIS adalah yang paling banyak tersorot oleh media. Karena kedua, seperti dikatakan diatas, adalah termasuk brigade yang kuat dan diperhitungkan oleh tentara rezim diktator. Konflik ini menimbulkan banyak pendapat, khususnya dari pro people, yang mengatakan ini adalah salah satu bentuk propaganda untuk memperlemah perjuangan

Gencatan Senjata Jabhat Al-Nusra dan ISIS

Konflik yang terjadi antara Jabhat Al-Nusra dan ISIS, yang telah membuat kekhawatiran bagi para pendukukng, ternyata mendapat perhatian secara khusus juga oleh pembesar mujahidin. Beliau menghimbau untuk kembali berdamai dan menegakan tujuan pertama untuk berjihad. Disinggung juga bahwa salah satu brigade agar jangan terlalu gegabah ketika ingin melancarkan aksi penyerangan atau bahkan eksekusi. 3

Perhatian tersebut menjadi sangat penting karena diatas segalanya solidaritas sosial adalah harga mati bagi sebuah kemenangan. Oleh karena itu seruan penting dari beliau adalah diadakannya gencatan senjata Jabhat Al-Nusra dan ISIS.

Dua hari yang lalu, tepat pada tanggal 4 Mei 2014, sebagai reaksi atas petuah dari orang yang mempunyai pengalaman dalam berjihad, gencata senjata Jabhat Al-Nusra dan ISIS akhirnya bisa dilaksanakan. Untuk statement resminya anda boleh merujuk pada halaman referensi ini 4

Sebagai sebuah rangkuman, maka statemen yang dideklarasikan dua beberapa hari yang lalu itu terbagi kedalam 3 bagian:

  1. Tidak menyerang satu sama lain
  2. Menyerahkan kepada pengadilan syariat untuk memutuskan perkara-perkara
  3. Dan tidak menggunakan sosial media untuk menfitnah satu sama lain

Kesimpulan

Konflik horizontal dan vertikal dalam sebuah perang adalah sangat lazim. Bisa dikatakan bahwa hal tersebut lahir sebagai sebuah propaganda untuk melemahkan perjuangan-perjuangan dan bisa dikatakan bahwa konflik tersebut benar-benar murni adanya. Meskipun begitu revolusi melawan tirani masih berjalan meski entah kapan semua akan menepi.

Dengan adanya gencatan senjata antara Jabhat AL-Nusra dan ISIS ini setidaknya menjadi air penyejuk bagi jiwa yang bingung memandang situasi yang sedang terjadi dibumi Syam tersebut.

Referensi:

  1. http://www.kiblat.net/2013/12/07/banyak-anggota-tewas-kelompok-hizbullah-kecewa-kepada-damaskus/
  2. http://www.chechensinsyria.com/
  3. https://pietervanostaeyen.wordpress.com/2014/05/03/dr-ayman-az-zawahiri-testimonial-to-preserve-the-blood-of-mujahideen-in-as-sham/
  4. http://pietervanostaeyen.wordpress.com/2014/05/04/jabhat-an-nusra-conditionally-accepts-a-truce-with-isis/

Published by

Muhammad Zaki

Alumnus Sastra Inggris UIN Bandung yang sedang mengejar Master Humaniora di tempat yang sama namun dalam jurusan berbeda yakni Sejarah Islam. Sesekali hiking, berpuisi, meneliti dan jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *