Esok Hari (Yang Samar Oleh Waktu)

“Semua akan terjadi bila waktunya sudah tepat” -The last barrier-

Menjelang esok hari aku teringat tentang masa yang telah berlalu, hari yang dimana sudah terkikis samar oleh waktu. Menunggu esok hari aku rasa juga menjadi jawaban atas semua asa yang pernah aku “iyakan” ketika belum pada waktunya pada seseorang yang ku kagumi. 
Seiring dengan waktu yang terus bergulir, semua sudah usai terasa keberadaannya. Keberadaan yang pernah aku sampaikan pada seseorang, beliau yang sekarang sedang terbaring sakit dan sedikit kemungkinan masih mengingat perihal sesuatu yang beliau selalu tanya padaku di masa lalu. 
Esok hari?. Emm yah tepat ketika aku memenuhi janji yang terasa sunyi kalau dirasa sekarang karena aku merindukan beliau yang dulu selalu mengajak aku bermain dengan motor kesayangannya, sedih dirasa. Setidaknya hari esok beliau masih bisa aku temui sebelum aku benar-benar berangkat dan memakai topi yang merupakan dambaan setiap orang, ditingkat awal. 
Mengingat dan merenungkan apa yang akan aku lalui esok hari serasa menjadi jembatan masa laluku, esok hari serasa seperti sebuah lilin yang mencair dari kebekuaannya, karena sedikit demi sedikit api akan mengikis sampai pada saatnya mungkin akan padam selamanya. Itu aku dapati ketika beliau selalu bertanya padaku perihal “jang iraha wisuda teh, ke jeung aki dibaturanna”, emm sedikit membuatku sedih. Pesannya selalu aku ingat ketika beliau mungkin sudah melupakannya, tapi aku berharap itu tidak akan terjadi.
Oleh karena itu aku bersama malaikat-malaikat disekitarku mendedikasikan penuh hari esok untuk beliau yang sedang terbaring sakit, semoga apa yang aku janjikan lalu sekarang Alhamdulillah bisa aku penuhi dan aku berharap aku masih akan terus menulis tulisan yang seperti ini untuk kedua kalinya dijenjang yang berbeda. 
Esok hari biarlah menjadi pengingat masa lalu, masa yang benar-benar selalu teringat ketika aku masih berada dalam genggaman tanganmu ketika aku kecil sampai seperti sekarang, esok hari sebelum aku tepat sampai ke tujuan aku akan singgah dan bercerita tentang semua ini.

Published by

Muhammad Zaki

Alumnus Sastra Inggris UIN Bandung yang sedang mengejar Master Humaniora di tempat yang sama namun dalam jurusan berbeda yakni Sejarah Islam. Sesekali hiking, berpuisi, meneliti dan jalan-jalan.

2 thoughts on “Esok Hari (Yang Samar Oleh Waktu)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *