in Agama

Definisi Takfiri

Definisi takfiri yang sekarang banyak mewarnai beberapa tulisan-tulisan, khususnya yang berkaitan dengan perang suriah, seakan menjadi sebuah definisi yang benar-benar utuh.

Hal ini bukanlah tanpa alasan karena definisi takfiri, yang banyak kita dengar akhir-akhir ini, seakan menjadi sebuah pembatas bagi eksistensi kehidupan beberapa orang. Takfiri sebagai sebuah definisi tentu harus dimengerti sebagai sebuah hal yang tak utuh.

Karena kalau kita menyadari, dan sekaligus, menyetujui makna dari takfiri tanpa pertimbangan keilmuan yang logis maka kiranya kita telah terperangkap pada satu pemahaman yang ikut-ikutan.

Di Indonesia sendiri definisi takfiri, pertama kali saya dengar, tepat pas waktu acara ILC dengan tema tentang Syiah. Kalau tidak salah pada waktu itu yang banyak bicara tentang takfiri adalah Haidar Bagir.

Lalu setelah acara tersebut kata-kata takfiri sering saya pikirkan lewat tulisan-tulisan dari seorang blogger atau situs sosial media yang berbicara tentang perang suriah dan konflik internal agama, khususnya agama Islam.

Menimbang Definisi Takfiri

Menimbang definisi takfiri adalah kita berfikir dan bersikap tidak ikut-ikutan. Ini harusnya menjadi sebuah pedoman penting bagi seorang manusia sebagai sang pemikir sejati yang bisa memilah dengan baik mana yang benar-benar definisi dan mana yang benar-benar hanya sebuah kata pemanis.

Disatu sisi menisbatkan kata takfiri pada seseorang atau kepada golongan memang menjadi hal yang niscaya selama jalan tersebut berdasarkan dakwah yang masih terikat lurus tanpa pembelotan setan sedikitpun.

Namun disisi lain kalau misal kata takfiri dinisbatkan kepada mereka yang tidak pantas mendapatkan definisi tersebut, bagaimana perasaan mereka yang terasa dikafirkan? Bagaimana perasaan kamu kalau misal ketika kita sedang berbincang/berdebat tentang perbedaan agama lalu dalam proses debat tersebut seseorang diantara kita tersebut menyebut kita kafir?

Saya sendiri pernah mengalami hal tersebut ketika hendak mempertanyakan postingan status seseorang, yang dimana beliau berbeda madzhab dengan saya. Ketika hendak mempertanyakan atau menimbang status beliau tanpa disadari pada akhirnya saya disebut sebagai seorang bahlul bahkan kafir oleh beliau. Padahal saya bertanya dan mengkritisi beliau dengan menggunakan bahasa yang sewajarnya.

Takfiri: Legitimasi, Hegemoni dan Panopticon

Takfiri sebagai ketiga istilah diatas barangkali berhubungan dengan propaganda atau suatu keinginan kuasa untuk menegaskan legitimasinya atas apa yang dilawan. Ia menyerang balik dengan beberapa istilah yang dikiranya akan memojokan lawan. Bisa juga ia berkata dan menggolongkan seseorang atau golongan tertentu pada istilah takfiri sebagai sebuah pembelaan yang terpojokan.

Semisal contoh, ketika definisi terorisme menjadi sebuah isu global maka yang menjadi target yang memandang teroris tersebut bukan saja mereka yang dikritertiakan teroris akan tetapi terkadang orang muslim lainnya menjadi korban definisi tersebut.

Meskipun tidak semua orang beranggapan demikian tapi kalau kita melihat pada sikap orang barat yang menamakan dirinya dengan golongan islamphobia, yang ada definisi tersebut seolah menjadi penjara yang menyakitkan. Dan hal tersebut haruslah dipertanyakan sekaligus dipertentangkan kembali.

Definisi juga bisa menjadi sebuah alat hegemoni bagi para kuasa untuk tetap menjaga stabilitas yang menyangkut segala aktifitas yang mereka hendaki. Dengan adanya definisi terorisme tak banyak para kuasa yang berhasil melanggeng dengan kebijakan-kebijakan yang sama sekali mencurigakan.

Definisi juga bisa menjadi semacam panopticon umum. Karena dengan begitu definisi terorisme yang sudah ditancapkan didunia, setidaknya, telah merubah paradigma orang muslim sendiri dan nonmuslim. Ada yang takut dikategorikan terorisme, meski bukan, dan ada yang takut bahwa yang ada dihadapan mereka, orang nonmuslim, ternyata terorisme.

Itulah mengapa suatu definisi bisa menjadi salah hal yang elok bagi kuasa yang ingin legitimasinya berjalan kehendak mereka.

Tak dipungkiri lagi bahwasanya takfiri, pada satu sisi, bisa ditempatkan pada konteks diatas. Seperti yang telah disinggung bahwa andaikata definisi tersebut hanya dijadikan satu ajang pembelaan dan pengelakan sekaligus strategi serangan balik atas lawan maka sikap tidak mengekor harus digalakan.

Definisi Takfiri Sekarang Ini

Definisi takfiri adalah hal yang fundamental. Ia berada pada tingkatan atas ketika berbicara masalah keagamaan seseorang. Dan resiko yang didapatpun adalah bisa jadi suatu hal yang mengerikan bahkan bisa berakhir dengan fatwa!!!

Sekarang ini definisi takfiri ramai dinisbatkan pada para “pemberontak” yang ada di Suriah. Seperti yang sudah saya singgung, untuk melihat hal ini kita janganlah lantas berpikir secara utuh, Dalam situasi perang pasti banyak propaganda yang berkeliaran. Apalagi dengan adanya media-media yang bergerak secara cepat dan terjangkau dengan mudah.

Sejatinya mereka yang berjuang adalah para pejuang yang ingin menumbangkan sang diktator. Dengan menimbang beberapa permasalahan yang tak sedikit maka kiranya kita tidak lantas dengan cepat mengatakan bahwa yang berjuand disuriah sana ada para takfiri.

Biasanya definisi ini dilayangkan oleh mereka yang mempunyai kehendak sama dengan bagaimana kebijakan dan hubungan Assad dengan dunia luar. Akan tetapi perlu diingat bahwa bila yang definisi takfiri dilayangkan hanya berdasarkan permasalahan beda golongan.

Pertanyaannya adalah apakah para pejuang , selain Mujahidin atau jabhat al Nusrah, dari Free Syrian Army atau Islamic Front juga Takfiri?

Muhammad Zaki

Blogger | Writer | Reader | Thinker | Marketer Online | Mahasiswa Sejarah Kebudayaan Islam - Pasca UIN BDG | Youth Muhammadiyah |Work at Istoria Digital Studio
Alumnus Sastra Inggris UIN Bandung yang sedang mengejar Master Humaniora di tempat yang sama namun dalam jurusan berbeda yakni Sejarah Islam. Sesekali hiking, berpuisi, meneliti dan jalan-jalan.

Latest posts by Muhammad Zaki (see all)

Tinggalkan pesan

Comment

  1. Menurut saya, golongan yang menganut faham takfiri ini bukan barang baru ya. Seperti halnya faham2 lain yg banyak beredar di intern Islam, faham tersebut sah2 saja dilakoni bagi kaumnya.

    Yang jadi masalah adalah ketika mereka ‘memaksakan’ faham itu untuk menjadi faham tunggal.

    Jadilah ketidakseimbangan di semesta.

  • Related Content by Tag