Tour De Salah, Identitas dan Pemaknaannya

Pentingnya menjaga solidaritas atau kehendak untuk hidup searah mata memandang pada sebuah agama adalah sangat diperlukan. Hal tersebut pula yang banyak dibahas oleh salah seorang ilmuwan muslim terbesar, ibnu Khaldun, ketika berbicara solidaritas sosial, khususnya yang berdasarkan Agama.

Salah satu kata kunci yang bisa diambil dari bagaimana solidaritas itu bisa nyata adanya adalah  ditandai dengan silaturahmi antar sesama umat muslim yang lainnya. Disetiap zaman dan setia peradaban yang hilang maka silaturahmi atau menjaga keharmonisan antara umat muslim terdapat perbedaan. Akan tetapi perbedaan tersebut tidak mengganggu inti substansi dari makna nyata menjaga silaturahmi antara sesama umat.

Perlu digaris bawahi bahwa hal terkecil yang bisa melandasi solidaritas itu kuat adalah dengan melaksanakan shalat bersama-sama. Dalam khidmatnya kebersamaan shalat berjamaah dirasa akan menjadi satu pengikat kuat antar sesama manusia yang memahami dunia berdasarkan Allah, setidaknya hal inilah yang benar-benar membuat umat muslim bisa kuat.

Kembali lagi kepada pembahasan diatas. Maka banyak pula cara-cara lain yang bisa dilakukan dalam rangka memelihara keutuhan dan silaturahmi diantara sesama umat muslim lainnya. Sebagaimana dicontohkan oleh orang-orang muslim yang ada di Inggris yang mengadakan acara kreatif tahunan bernuansa Islami tapi dengan sentuhan kekinian.

Sekilas Tentang Tour de Salah

aydia - tour de salah1

Sebagaimana dikutip dalam laman info facebook TDS: “Tour De Salah is an annual cycle challenge around London stopping to pray each Salah at five of our capital’s iconic mosques:[1]

Tour De Salah adalah sebuah acara gowes/bersepeda tahunan yang dimana pada acara ini terdapat beberapa tantangan-tantangan yang berorientasi atau mempunyai makna menjaga kebersamaan dalam hal kegiatan bersepeda. “Cycling is a fantastic way to reduce our individual and community carbon footprint while benefitting our health and personal wellbeing at the same time!”

Lebih lanjut lagi, dalam official website TDS dijelaskan pula bahwa:

Tour De Salah is a physical and spiritual challenge like no other! It’s the biggest organised bike ride of its kind anywhere in Europe covering 100km across London stopping to pray each Salah (five daily prayers) at five of our capital’s iconic mosques. In 2015 hundreds of riders, including celebrities are going to raise over £100,000 for dozens of UK based charities Insha’Allah so don’t miss out!  The 2015 Tour De Salah takes place on Saturday 5 September 2015. The Tour De Salah is an initiative of MADE in Europe supported by Ibn Battuta Expeditions.

Diatas sudah jelas disebutkan bahwa TDS adalah kegiatan keagamaan seperti kegiatan lain – mungkin kegiatan disini lebih kepada menjaga silaturahmi, dengan bersepeda maka diharapkan sifat keindividualan akan berkurang, atau mengumpulkan amal. Karena pada dasarnya acara TDS ini terlahir dari inisiatif MADE in Europe, sebuah komunitas muda kreatif yang bergerak dalam bidang amal, kampanya, pendidikan dan lain-lain.[2]

Dalam TDS ini para peserta akan menggowes sepedanya dengan jarak kurang lebih 100km dan akan berhenti dilima mesjid utama yang ada di London pada lima waktu shalat.

Rute TDS dimulai sesaat setelah para pesepeda telah melakukan shalat shubuh dimesjid London timur dan menyusuri jalan menuju lokasi kedua yakni London Central Mosque, biasanya ditujuan yang kedua ini diadakan pula kegiatan-kegiatan amal yang diselenggaran oleh panitia. Setelah itu para pesepeda akan menuju titik ketiga dan keempat yakni Muslim Community & Education Centre untuk Ashar dan Harrow Central Mosque untuk melaksana shalat Maghrib. Dan terakhir para pesepeda akan mengunjungi Al-Manaar untuk melaksanakan shalat dan menyelesairkan Tour De Salah.

Pada tahun pertama, 2014 kemarin, TDS diikuti oleh empat puluhan pesepada akan tetapi dikatakan pada official website TDSnya bahwa pada tahun 2015 sekarang peserta TDS akan bertambah banyak dan bahkan diikuti oleh selebritis disana.

Tour De Salah, Identitas dan Pemaknaanya

Yang dimaksud dengan identitas pada subjudul diatas mungkin lebih mengorientasikan pada keinginan satu komunitas muslim yang ada disuatu tempat untuk tidak canggung mengenalkan identitas mereka.

Keinginan tersebut atau adanya suatu motivasi untuk membaur dengan media TDS tersebut akan mempunyai akar yang kuat bilamana pada tempat-tempat yang didiami komunitas muslim itu terdapat penolakan, dalam arti ada suatu respon yang tidak diharapkan oleh orang-orang asli (baca:Islamphobia).

TDS selain sebagai sebuah acara sepeda tahunan bisa juga dimaknai sebagai sebuah perlawanan, tanpa kekerasan, atau sikap untuk menjawab setiap pertanyaan-pertanyaan negatif tentang pandangan orang-orang phobia tentang gambaran Islam.

Konsep bersepeda yang bisa dikatakan kekinian ternyata bisa diharmonisasikan dengan konsep shalat lima waktu yang ada dalam agama Islam. Hal ini menegaskan bahwa merekapun bisa berbuat satu hal yang kreatif, unik sekaligus menarik dan asyik untuk diikuti.

Kalau misalnya dicermati lebih dalam, dengan pemaknaan yang indah, maka Tour De Salah juga bisa disebut sebagai sebuah upaya mengajak seseorang untuk lebih meningkatkan ketakwaan terhadap Allah SWT. Tour bisa dimaknakan sebagai jalan yang harus ditempuh seseorang dalam rangka meraih ridha Allah SWT, yaitu dengan cara beribadah.

Menjaga silaturahmi, mengurangi sifat individual dizaman global dan menumbuhkan solidaritas serta selalu mengingat Allah dengan melaksanakan Ibadah dimanapun seseorang berada menjadi hal penting dalam TDS.

[1] https://www.facebook.com/tourdesalah

[2] http://tourdesalah.co.uk/challenge-info/about-tour-de-salah/

Hubungan Islam dan Irlandia

Hubungan Islam dan Irlandia tidak bisa terlepas dari sejarah besar negara Turki, yang waktu itu masih dikenal dengan Ottoman, sebagai kerajaan Islam yang besar dan telah memberikan sebuah peradaban yang luar biasa bagi dunia pada umumnya dan Islam pada khususnya.

Ottoman diberkahi oleh Allah dengan kekayaan alam, budaya dan ilmu yang sampai sekarang masih bisa kita rasakan kehadirannya. Lalu apa hubungan antara Islam, diwakili Turki, dan Irelandia bisa terjadi?

Kelaparan Besar & Irlandia

Pada rentang tahun 1845-1852 sejarah dunia mencatat bahwa telah terjadi satu bencana besar yang mana bencana tersebut telah banyak merenggut 20 – 25% nyawa sebahagian penduduk. 1

Wabah kelaparan besar tersebut bermula dari Eropa yang pada akhirnya berdampak besar pada negara-negara yang berdekatan dengan Inggris, yakni Irelandia dan Skotlandia. Di Irlandia itu sendiri wabah kelaparan besar ini disebut dengan “Irish Potato Famine”.

Terjadinya wabah kelaparan besar di Irlandia diakibatkan oleh serangan hama-hama mematikan yang menyerang dan merusak penanaman kentang yang ada di Irelandia. Banyak dari warga Irelandia, pada waktu itu, hidup bersandarkan pada penghasilan kentang.

Alhasil wabah kelaparan tersebut telah membuat sebahagian warga Irlandia meninggal dunia dan tidak sedikit juga dari mereka yang memilih untuk berimigrasi ke Amerika Serikat.

Ottoman, Islam dan Irlandia

From Wikipedia

Mengetahui bahwa dibelahan dunia sedang terjadi wabah kelaparan besar, hal itu telah membuat Sultan Abdul Majid 2 merasa terketuk hatinya. Dengan segera ia mempersiapkan hal-hal yang bisa menolong mereka.

Termasuk diantara tersebut adalah sejumlah besar uang yang berkisar antara 1,000 – 10,000 sterling dan beberapa makanan berupa sayuran dan buah-buahan segar lainnya.

Akan tetapi keinginan Sultan Abdul Majid ini tidak medapatkan restu atau izin dari Ratu Inggris pada waktu itu. Ratu Victoria malah menyarankan agar meyumbang sekitar 1,000 sterling karena dari pihak dia telah mengirim 2,000 sterling.

Lalu apa yang terjadi setelahnya?

Sebagai seorang Sultan, Khilafah, membantu orang-orang yang sedang tertimpa musibah adalah hal yang wajib. Tidak perlu menimbang seberapa besar biaya yang akan dikeluarkan karena hal tersebut tidak sebanding dengan kenikmatan yang diberikan Allah pada peradaban Ottoman.

Sultan Abdul Majid pun menyutujui apa yang telah disarankan oleh Ratu Victoria. Akan tetapi ditengah persutujuannya tersebut Sultan Abdul Majid melakukan hal yang luar biasa, yakni dengan mengirimkan beberapa perahu besar yang berisikan makanan, sayuran dan buah-buahan segar.

Ships Arrived at Drogheda

Pemberhentian perahu-perahu dari Ottoman yang menganggkut sejumlah besar makanan itu adalah pelabuhan Drogheda.

Perlu dicatat bahwa pelayaran ini telah diketahui oleh pihak Inggris, namun dengan kepandaian dan pengalaman yang dimiliki para pelaut Ottoman, maka ketiga perahu yang berisikan makanan itu berhasil menepi dan menuntaskan misi penyelematan yang digagas oleh Sultan Abdul Majid.

Ilustrasi diatas menggambarkan betapa bahagiannya warga Irlandia, khususnya yang berada di Drogheda kala mendapati perahu Ottoman. 3

Gagasan tersebut menandakan awal mula dari hubungan Islam dan Irlandia.

Untuk Direnungkan

Sejarah, apapun itu coretannya, adalah sebuah cerminan, ia adalah sebuah tempat untuk media perenungan bagi manusia yang berakal dan mempunyai jiwa besar dalam melangkah.

Apa yang telah kita saksikan diatas sejatinya adalah pembelajaran berharga bagi para pemimpin. Dimana tanggung jawab besar atas kebahagiaan masyarakat yang dipimpinnya harus menjadi harga mati dan harus diperjuangkan sebagaimana mestinya.

Kalau Sultan Abdul Majid saja berani mengeluarkan biaya bantuan yang besar untuk masyarakat Irlandia, yang notabennya jauh dari negaranya, bagaimana dengan pemimpin kita sekarang? Apakah rakyat Indonesia telah berada pada titik keadaan normal yang didamba? saya rasa tidak!!

Sentuhan dari kehalusan hati agama adalah cahaya bagi pemandang yang patut dikenang, ia adalah seorang pemimpin yang besar. Abdu Majid adalah diantaranya, ia dengan kebesaran hati, yang muncul dari lingkungan keagamaan yang kuat.

Tidaklah salah bila pada waktu itu seorang pendeta, asal Irlandia, pernah mengungkapkan isi hati yang paling dalam tentang Ottoman dan Abdul Majid, khususnya dalam sebuah paragraf:

‘Satu atau dua anekdot akan memberikan karakter dia yang sebenarnya. Selama tahun kelaparan di Irlandia, Sultan mendengar penderitaan yang dialami oleh negara malang itu, maka dia langsung mengutarakan kepada Duta Besar Inggris niatnya untuk membantu meringankan keadaan itu, dan menawarkan bantuan sejumlah besar uang. Dia maklum bahwa adalah hak dari Ratu untuk membatasi jumlah uang, sehingga uang yang lebih besar tidak bisa diterima dari Sultan.

Untuk sopan santun maka diapun setuju atas keinginan Ratu itu, dan dengan rasa penuh simpati mengirimkan bantuan yang terbesar yang dibolehkan. Tercatat dalam sejarah mengenai perasaan pribadinya untuk memberikan jawaban atas ancaman tuntutan dari Austria dan Rusia bagi dilakukannya ekstradisi pengungsi Polandia dan Hongaria. “Saya bukan tidak peduli,” jawabnya. “atas kekuatan imperium itu, bukan juga atas maksud tersembunyi dari isyarat yang mereka tunjukkan tunjukkan , tapi saya dipaksa oleh agama saya untuk memperhatikan aturan aturan sopan santun, dan saya percaya atas perasaan dan niat baik Eropa tidak akan mengizinkan pemerintah saya untuk terlibat pada perang ini, karena saya memutuskan dan percaya pada mereka.”

Ini memang adalah semangat sejati dari Kristen, tapi ada yang lebih dari itu atas diri Muhammad Sultan dari Turki, lebih daripada semua pangeran Kristen di Eropa Timur. ‘ (Sultan Turki, Abdul Medjid Khan: A Brief Memoir of His Life and Relign, with Notices of The Country, its Navy, & present Prospects” by the Rev. Henry Christmas, M.A., 1853)

Jejak-Jejak Hubungan Islam dan Irlandia

Pada hal ini kita tidaklah diajak untuk mencari jejak-jejak rute pelayaran para pelaut Ottoman selama melakukan ekspedisinya. Akan tetapi kita diajak untuk melihat suatu hubungan timbal balik dari satu jiwa yang tertolong pada jiwa yang menolong.

http://www.istanbullite.com/capsinenglish8594/turkishhelptoirish.html
Piagam

Kita pun sadar bahwa meskipun banyak sejarah mencatat pertentangan hebat antara Islam dan Kristen, hal tersebut tidaklah berlaku ketika seorang manusia merasa iba pada bencana yang melanda sebahagian manusia lainnya. Inilah wujud humanitas/kemanusiaan yang tidak bisa dilupakan oleh orang Irlandia sampai sekarang.

Sementara itu, apa yang telah dilakukan Sultan Abdul Majid yang tidak mengharapkan akan balas budi namun pada akhirnya kebaikan beliau itulah yang mendapat sambutan khusus bagi warga Irlandia. Khususnya di pelabuhan yang telah disinggahi oleh beberapa perahu, Drogheda.

Drogheda United

Di Drogheda jejak-jejak antara hubungan Islam dan Irlandia bisa kita temukan dengan mudah, yaitu dengan terdapatnya simbol bulan sabit dan bintang pada bendera yang dipakai klub sepak bola dan bahkan kesatuan tentara Irlandia.

Perlu dicatat bahwa simbol bulan sabit dan bintang erat kaitannya dengan Islam, khususnya ketika simbol tersebut digunakan lambang oleh Ottoman dan Turki pada saat ini.

Dengan begitu maka sudahlah sangat jelas hubungan antara islam dan irlandia yang pernah terjadi dan masih dikenang sampai sekarang. Sesungguhnya hanya Allah lah pemberi yang paling tak mengenal rasa pamrih.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Referensi:

  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Wabah_Kelaparan_Besar
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Abd-ul-Mejid_I
  3. http://www.istanbullite.com/capsinenglish8594/turkishhelptoirish.html

Pandangan Yang Menyilaukan

Belum lama setelah pemberitaan tentang seseorang pemuka agama (Baca Pengakuan Umat) yang bertindak tidak terpuji ketika melakukan dakwah, sekarang dunia Indonesia, khususnya pada wahana media yang pada dasarnya membesarkannya, kembali dihebohkan dengan pemberitaan seorang pemuka agama yang terkait kasus penipuan.

Bukan tempatnya bila saya menuliskan siapa pemuka agama tersebut didalam tulisan ini. Melainkan saya hanya ingin melihat permasalahan tersebut pada satu sisi yang lebih general sahaja. Jadi meski tidak membahas siapakah ulama-ulama tersebut, pembahasan dalam tulisan ini tetap pada koridor substansi permasalahan. Continue reading Pandangan Yang Menyilaukan

Definisi Takfiri

Definisi takfiri yang sekarang banyak mewarnai beberapa tulisan-tulisan, khususnya yang berkaitan dengan perang suriah, seakan menjadi sebuah definisi yang benar-benar utuh.

Hal ini bukanlah tanpa alasan karena definisi takfiri, yang banyak kita dengar akhir-akhir ini, seakan menjadi sebuah pembatas bagi eksistensi kehidupan beberapa orang. Takfiri sebagai sebuah definisi tentu harus dimengerti sebagai sebuah hal yang tak utuh. Continue reading Definisi Takfiri

KTP dan Agama

KTP dan Masalah Agama

KTP dan Agama adalah sebuah perseteruan antara yang satu dengan yang lainnya. Terakhir ketika penganut sunda wiwitan berdebat dengan pemerintahan dan pihak agama Islam yang kurang lebih belum menemukan satu kesimpulan yang harmoni.

Kita tidak tahu bakal bagaimana kelanjutannya. Akan tetapi yang pasti ktp dan agama ini akan menjadi perbincangan yang terus ada.