Antara Penulis, LGBT dan Film Solace (1)

Anti-Gay-Born-Again-Sign

Tulisan ringan ini berangkat dari kekhawatiran penulis mengenai fenomena LGBT yang akhir-akhir ini masih marak dibicarakan. Penulis sebenarnya, bisa dibilang, mengikuti isu ini sedari awal. Dalam tulisan terdahulu, yang bisa diakses dengan judul “LGBT: Zaman Beredar Riwayat Berulang”, setidaknya dipaparkan mengenai bagaimana makna sejarah ditempatkan pada interperetasi masing-masing.

Baik yang mendukung dan yang tidak mendukung LGBT mempunyai pemaknaan tersendiri mengenai sejarah. Di satu sisi sejarah, atau kejadian masa lalu, bisa ditempatkan pada posisi untuk memperkuat pemahaman orang-orang dalam menolak kehadiran LGBT namun di sisi lain sejarah juga bisa menjadi bumerang bagi sebahagian orang yang menolak mengenai hegemoni dari definisi yang telah lalu.

Seiring waktu ternyata fenomena LGBT ini semakin tajam dan semakin banyak dibicarakan baik diranah media atau dalam kehidupan sehari-hari. Sampai-sampai pemerintah, dalam hal ini, dibikin pusing kepayang untuk menentukan kebijakan-kebijakan terkait LGBT.

Sikap Penulis Terhadap LGBT

Continue reading